Berqurban Lapangkan Hati dan Jiwa | Zona Baper ID

Berqurban Lapangkan Hati dan Jiwa

3 min


10033
13.3k shares, 10033 points

Halo sobat mimin, semoga sehat selalu ya. Sebelumnya mimin ingin ucapkan, Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H. Taqqaballalhu Minna Waminka. Semoga Allah menerima ibadah saya dan kalian semua, amiin. Dan semoga Allah senantiasa melimpahkan rizki kepada kita, dan kita termasuk hamba-hambanya yang bersyukur.  Di hari yang berbahagia ini, marilah kita bersama-sama sejenak mengingat pengorbanan yang di lakukan oleh Kekasih Allah Azza Wa Jalla, Nabi Ibrahim alaihi sallam terhadap anaknya. Beliau rela untuk menyembelih anak tercinta itu karena semata-semata mengikuti wahyu Allah yang turun padanya melalui mimpi.

Tentunya teladan yang baik bagi kita semua, untuk lebih mengutamakan perintah Allah ketimbang harta dan nikmat yang kita miliki di dunia ini. Teladan yang luar biasa juga dapat kita petik dari anaknya Nabi Ibrahim alaihi sallam, Ismail alaihi sallam. Beliau dengan sabar menerima dirinya di sembelih oleh bapaknya sendiri, seraya berkata, “Insyallah, aku termasuk kedalam hamba yang sabar”

Ada banyak pesan kenikmatan yang kita bisa ambil dari peristiwa tersebut. Pertama, Allah pasti akan melindungi hambanya yang sabar akan ujian yang Ia berikan. Seperti saat Ismail di sembelih, lalu di gantikan dengan seekor domba yang besar lagi subur. Kedua, Allah tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan seorang hamba, baik itu dalam bentuk yang besar maupun dalam bentuk kecil.

Ketiga, Allah memberikan faedah bahwa daging hasil qurban dapat dibagikan kepada orang yang berhak, dengan demikian, jurang antara yang kaya dan miskin akan terkikis dengan pasti. Itu hanya 3 dari sekian banyak faedah yang dapat kita ambil dari hari raya ini. Hari raya yang juga sering disebut juga dengan hari raya Qurban.  Dimana para pemiliki ternak dan mereka yang memiliki rezeki yang cukup, mengorbankan hewan atau beliannya untuk di sembelih dan daging di bagi-bagi. Sungguh pemandangan yang indah, dimana semua orang akan merasakan enaknya makan daging sapi, kambing, unta, domba dan hewan qurban lainnya.

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Maka patutnya kita berkaca kepada Allah dalam firmannya yang artinya “Maka nikmat mana lagi yang engkau dustakan ?”. Banyak sekali nikmat yang telah Allah berikan kepada kita hambanya. Terkadang, kita merasa tidak tau diri, dengan terus berbuat zalim, pada Allah dengan tidak mengagungkannya. Tapi, patutlah kita tau bahwa Allah tidak butuh kepada kita, tapi kitalah yang butuh kepadanya. Kitalah yang butuh untuk selalu berbuat taat kepada Allah dan Rasulnya, Nabi Muhammad.

Kita tidak akan sanggup menghitung nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Walaupun kita di beri 1 triliyun tahun untuk menghitungnya, niscaya kita tidak dapat menghitungnya sama sekali. Di hari yang berbahagia ini. hewan-hewan qurban di sembelih dengan menyebut namaNya yang agung. Ini menjadi bukti, bahwa seindah apapun hewan-hewan ternak yang kita miliki, pastinya itu tidak akan menjadi penghalang bagi kita untuk beribadah kepadanya. Pengorbanan kita, masih jauh di bandingkan dengan pengorbanan yang di lakukan oleh pendahulu kita, yakni Nabi Ibrahim alaihi sallam.

Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kita untuk menyombong hewan qurban yang kita miliki. Mereka, yang kita korbankan semata-mata hanyalah tanda bahwa kita masih percaya akan janji-janji Allah yang tertera di dalam kitab suci Al-qur’an dan dari perkataan dan perbuatan Nabi kita yang mulia, Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yakni Hadist.

Dengan mengorbankan hewan ternak yang kita miliki, maka hati dan jiwa akan tenang, sebagaimana tenangnya seorang bayi yang sedang tertidur pulas.

Kita tidak menangis tersedu-sedu akan hewan ternak yang kita miliki telah di potong lehernya. Karena kita yakin, suatu hari nanti, kita akan dapatkan ganti yang lebih baik. Hati ini akan terasa lembut, melihat daging-daging hewan ternak kita berada di meja-meja makan orang-orang fakir miskin. Jiwa akan tenang, adem ayem, mengetahui betapa nikmat pahala yang akan didapatkan. Berlomba-lomba dalam kebaikan, itulah manusia yang dalam arti sebenarnya.

***

Baca juga : 5 laptop canggih anti air..buruan beli

Tentunya, tidak hanya kebaikan yang ngasal, namun kebaikan yang berasal dari Al-qur’an dan Hadist. Kita semua tau, bahwa semua ibadah yang tidak ada petunjuknya dari Allah dan Rasul adalah bid’ah.

Kita tidak ingin amalan yang kita lakukan, pemeliharaan yang kita lakukan untuk hewan ternak kita, berakhir dengan kata sia-sia. Oleh sebab itu, berdoalah, bermunajatlah kita kepada Allah seraya menangis dan memohon. “Ya Allah, jadikan apa yang telah aku korbankan ini, kelak menjadi penenang hati dan jiwaku, di dunia dan di akhirat”.

Kita mohon ampun kepada Allah, dan mintalah agar apa yang kita korbankan menjadi salah satu amalan kita yang diterima. Hendaknya kita tau, bahwa salah satu rasa takut yang terpuji, rasa khauf yang terpuji, adalah takut amal tidak di terima. Oleh sebab itu, perbaiki niat. Perbaiki niat agar selalu tulus mengerjakan perintahNya, karena Dia semata. Dengan itu, hati dan jiwa kita akan lebih tenang menghadapi cobaan yang akan datang

Banyak keutaaman yang akan kita peroleh dari ibadah mulia ini. Tetapi, dari penjelasan ahli hadist di website Rumaysho.com, menjelaskan tidak ada satupun hadist shahih yang menerangkan keutaaman ibadah ini.

Namun ada sebuah hadist dhaif, yang dapat kita ambil faedahnya berbunyi

Dari Aisyah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih di cintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada ridha Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkannlah jiwa kalian dengan berqurban” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).

***

Hadist mungkin familiar di antara kita kamu muslimin. Meskipun dhaif, masih ada hikmah-hikmah yang bisa kita petik. Salah satunya adalah ibadah ini adalah pembersih jiwa yang efektif. Menjauhkan kita dari sifak tamak dan bakhil terhadap sesama. Serta melatih diri untuk peka terhadap lingkungan sekitar, yang mungkin saja, tidak seberuntung kita.

Hati, jiwa akan tentram melihat kedamaian manusia yang berbagi hartanya masing-masing. Ini dapat disebut sebagai surganya dunia. Ya, meskipun kita tau, itu tidak akan sebanding dengan surga yang ada dalam akhirat. Semoga dengan semua ritual ibadah kita pada hari ini, dapat menjadikan itu sebagai alasan kita untuk masuk surga, karena sayangNya Allah kepada kita. Amiiin


Like it? Share with your friends!

10033
13.3k shares, 10033 points

What's Your Reaction?

hate hate
134520
hate
confused confused
336300
confused
fail fail
235410
fail
fun fun
201780
fun
geeky geeky
168150
geeky
love love
67260
love
lol lol
100890
lol
omg omg
336300
omg
win win
235410
win

Comments

comments