Berserah Diri Untuk Menguatkan Tauhid Pada Dirimu ! | Zona Baper ID

Berserah Diri Untuk Menguatkan Tauhid Pada Dirimu !

2 min


10051
15.1k shares, 10051 points

Bicara tentang tauhid kamu pasti sudah tau arti dari kata tauhid kan?

Tauhid Adalah konsep yang terdapat dalam akidah islam yang menyatakan bahwa allah swt maha esa, Pembahasan yang terdapat dalam ilmu Tauhid ini ada 3 macam yaitu tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat.

Akan tetapi kali ini akan membahas mengenai berserah diri untuk menguatkan tauhidmu.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qaddasallahu sirrahu, memberi nasihat kepada kita agar berserah diri kepada Allah secara total dan menguatkan keyakinan tauhid.

Pengukuhan pada kekuasaan Allah yang maha esa harus menjadi gairah ruhani para salik.

Beliau mengatakan, “Orang yang mengukuhkan keesaan Tuhan akan mengalami penyatuan (man wahhada tawahhada).

Orang yang mencari (menuntut ilmu) dan berjuang sungguh-sungguh maka akan mendapatkan (man thalaba wa jadda wajada).

Jika seseorang menyerahkan dirinya dan tunduk serta patuh kepada-Nya, maka orang itu akan aman dan selamat (man aslama wa taslama, salima).
Jika seseorang menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya, dia akan dibantu untuk berhasil (man wafaqa wuffiqa).

Namun, jika seseorang “bertengkar” dengan takdir (qadar), dia akan dipukul hingga binasa.

Ketika Firʽaun bertengkar dengan takdir dan menginginkan agar ilmu Allah diubah, maka Allah lalu membinasakannya dan menenggelamkannya di laut, dan menjadikan Mûsâ dan Harun tetap hidup.

Ketika ibu Mûsâ merasa takut kepada algojo-algojo yang disuruh Firʽaun menyembelih setiap bayi yang baru lahir, maka Allah lalu memberinya ilham agar dia melemparkannya ke laut.

Tetapi dia mengkhawatirkan keselamatan Musa A.S maka kepadanya dikatakan:

“Janganlah engkau takut dan jangan bersedih, sebab Kami akan membawa dia kembali kepadamu,dan Kami akan menjadikannya salah seorang rasul,” (QS Al-Qashash (28):7).

(Dengan perkataan lain:) “Janganlah engkau takut, sebab hatimu akan ditenangkan, dan wujud terdalammu (sirr) akan diistirahatkan. Janganlah engkau takut bahwa dia akan tenggelam atau binasa, sebab Kami akan mengembalikan dia kepadamu. Melalui dia kami akan mengubah kemiskinanmu menjadi kekayaan.”

Karena itu, Ibu Musa a.s. lalu mempersiapkan sebuah peti (tâbût) baginya, lalu meletakkannya di dalamnya, dan melemparkan peti itu ke laut. Lalu peti itu mengapung di atas air sampai mencapai istana, di mana ia diambil oleh pelayan-pelayan Firʽaun dan istrinya, Ȃsiyah.

Segera sesudah mereka membuka peti itu, mereka pun melihat bahwa peti itu berisi seorang bayi laki-laki.

Mereka semua menyukainya, dan hati mereka penuh dengan rasa sayang kepadanya.

Maka mereka pun lalu menggosok bayi itu dengan minyak, mengganti popoknya dan memberinya baju baru. Dia menjadi salah seorang manusia yang paling dicintai oleh Ȃsiyah dan para pelayannya, dan dia juga dicintai oleh setiap anggota pengiring Firʽaun yang kebetulan melihatnya. Ini menjelaskan makna firman Allah Swt.:
“Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku,” (QS Thâ Hâ (20) :39)

Dikatakan bahwa siapa pun yang memandang ke mata Mûsâ pasti jatuh cinta kepadanya.

Kemudian Dia mengembalikannya kepada ibunya dan membesarkannya di istana Firʽaun, bertentangan dengan kehendak Firʽaun sendiri, yang terbukti tidak mampu membinasakannya.

  • Apabila seseorang telah dipilih dan dipelihara oleh Allah untuk Diri-Nya sendiri, bagaimana bisa orang membinasakannya?
  • Bagaimana bisa orang membantainya?
  • Bagaimana bisa air menenggelamkannya?
  • Dia dijaga dalam penjagaan-Nya dan berbicara dengan-Nya secara langsung.
  • Apabila seseorang dicintai oleh Tuhan Yang Maha Esa, siapa yang bisa membencinya?
  • Siapa yang bisa mendatangkan bahaya kepadanya?
  • Siapa yang mampu menelantarkannya?
  • Siapa yang bisa menjadikannya kaya?
  • Siapa yang bisa menjadikannya miskin?
  • Siapa yang bisa mengangkatnya ke derajat yang tinggi?
  • Siapa yang akan mampu memecatnya? Siapa yang bisa mendekatkannya?
  • Siapa yang akan mampu menjauhkannya?

Ya Allah, bukakanlah untuk kami pintu kedekatan-Mu. Masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mengabdi dan taat kepada-Mu, ke dalam kalangan mereka yang bertakwa sepenuhnya kepada-Mu, dan ke dalam kalangan tentara-Mu. Izinkanlah kami duduk di tikar dimana makanan anugerah-Mu disuguhkan, dan izinkanlah kami memuaskan dahaga kami dengan minuman persahabatan akrab-Mu. “Berilah kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan pula di akhirat nanti, dan jagalah kami dari siksa neraka!”

Baca Juga :

(QS Al-Baqarah (2) :201)

Demikian Yang bisa mimin bagikan mengenai Menyerahkan diri untuk menguatkan Tauhid didalam diri semoga bermanfaat.

Source : Tasawuf


Like it? Share with your friends!

10051
15.1k shares, 10051 points

What's Your Reaction?

hate hate
336300
hate
confused confused
201780
confused
fail fail
100890
fail
fun fun
67260
fun
geeky geeky
33630
geeky
love love
269040
love
lol lol
302670
lol
omg omg
201780
omg
win win
100890
win

Comments

comments