Bersyukur Kepada Allah Adalah Obat Kegelisahan

3 min


10046
14.6k shares, 10046 points

Halo sobat mimin, semoga sehat selalu ya. Kali ini, mimin akan bagi-bagi pencerahan untuk anda-anda sekalian agar didalam hidup selalu dalam kondisi yang tenang, dan tidak gelisahan.

Caranya mudah. Agar tidak menjadi manusia yang penuh kegelisahan, maka perbanyaklah bersabar dan bersyukur. Dengan begitu, beban hidup yang semula datang membebani, kian lama akan menghilang

Apabila beban hidup yang mendera menghilang, maka pikiran kita akan lebih siap lagi menghadapi permasalahan yang baru. Dengan kata lain, pikiran lebih plong untuk siap memecahkan atau mencari solusi untuk permasalahan tersebut.

Rasa syukur yang dalam akan menjadikan sebuah hamba, menjadi lebih slow atau tenang. Mereka tidak akan takut akan kekurangan harta yang mungkin mereka akan hadapi. Bersyukur, akan membuat anda menjadi orang terkaya didunia.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji hamba-hambanya yang pandai bersyukur. Namun faktanya, hanya sedikit dari hamba-hambanya yang pandai bersyukur. Hal itu Allah sebutkan dalam Q.S. Saba [34]:13, yang artinya :

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur”

Allah juga berjanji akan menambahkan rezeki bagi hambanya yang pandai bersyukur, sebagaimana dalam Al-Qur’an dalam Surah Ibrahim ayat 7, yang artinya :

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

Sebelum kita lanjut lebih mendalam, ada baiknya kita mengetahui apa itu syukur. Secara bahasa syukur adalah

“Pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut”, tercantum dalam Ash Shahhah Fil Lughah karya Al Jauhari. Atau yang arti dari bersyukur adalah berterima kasih.

Sedangkan menurut istillah yang dijabarkan oleh Ibnul Qayyim, syukur adalah

“Menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa kesaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.

Baca juga : Cinta Kepada Allah SWT : Ketahuilah itu Dan Lakukanlah

Perlu diketahui bahwa syukur merupakan salah satu sifat Allah. Allah pasti akan membalas setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya, tanpa luput satu orang pun dan terlewat satu amalan pun.

Ya, janji Allah adalah janji yang terbaik untuk kita harapkan. Syukur adalah salah satu cara kita untuk membuktikan bahwa kita adalah makhluk rendah yang tak bisa hidup, kecuali dengan pertolongan Allah.

Allah pastinya akan senang, melihat hambanya yang pandai akan bersyukur. Seperti yang sudah kita bahas, Allah akan tambahkan nikmatnya kepada kita.

Tak perlu cemas lagi akan rezeki yang kita dapat tiap harinya. Karena Allah sendiri yang menjamin keadaaan hidup kita. Tak perlu lagi ada perasaaan dengki terhadap rezeki yang didapati orang lain.

Bersyukur, akan membuat pikiran lebih tenang, lebih adem, lebih dingin. Bersyukur, akan menghilangkan kegelisahan yang kera melanda hati. Itulah hebatnya bersyukur kepada nikmat yang telah Allah berikan.

Bersyukur adalah obat mujarab yang ampuh untuk permasalahan yang dihadapi. Contoh saja, bersyukur bahwa kita masih diberikan hidup hingga sekarang ini. Bersyukur untuk hal-hal umum yang telah Allah berikan. Lalu berterima kasih pada-Nya, dengan melaksanakan perintah Nya dan menjauhi larangan-Nya

Bersyukur memiliki mata yang mampu melihat sempurna. Lalu beribadah dengan nikmat tersebut kepada Allah, dengan melihat hal-hal yang baik.

Bersyukur memiliki telinga yang mampu mendengar sempurna.  Lalu beribadah dengan nikmat tersebut kepada Allah, dengan mendengar hal-hal yang baik.

Bersyukur memiliki kaki yang mampu berjalan kesana kemari. Lalu beribadah dengan nikmat tersebut kepada Allah, dengan melangkahkan kaki untuk beribadah.

Begitu dengan nikmat-nikmat lainnya, yang telah Allah berikan. Tentu, kita tidak akan mampu menghitung nikmat Allah yang telah diberikan. Bahwa, sehelai rambut kita, termasuk dari bagian nikmat Allah

Syukur bukan hanya salah satu sifat Allah yang husna, syukur juga merupakan sifat para nabi. Sebagaimana diterangkan dalam Al-qur’an Surah Al-Isra ayat 3

” (Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur ”

Baca juga : Manfaat Dzikir Bagi Ketenangan Jiwa

Selain nabi Nuh, Allah juga menceritakan kisah nabi Ibrahim sebagai contoh lain hamba yang bersyukur. Tak lupa pula, penutup para nabi, Muhammad Shallallahu Alaihi wa’sallam.

Syukur memiliki banyak manfaaat dalam kehidupan dalam hidup kita. Tetapi sayang, dari sekian banyaknya nikmat yang telah Allah berikan, hanya sedikit dari hambanya yang pandai bersyukur

Hal itu sudah diterangkan diatas, dalam surah Saba ayat 13.

Cobalah kita untuk merenungkan betapa maha penyayang Allah terhadap kita. Ia beri kita mata, agar kita bisa melihat. Dan meskipun, terkadang kita menggunakan mata untuk maksiat, Allah tak mencabut langsung nikmat tersebut.

Allah menyuruh malaikatnya untuk mencatat perbuatan dosa tersebut. Bayangkan, saat kita berbuat maksiat dengan mata, Allah langsung cabut nikmat tersebut, tentu itu bukanlah hal yang diharapkan.

Aneh bin Ajaib. Jika kita menggunakan properti perusahaan dan kita merusaknya, maka kita harus mengganti. Tapi nikmat Allah ? Siapa yang sanggup menggantikan nikmat Allah yang satu ini ?

Jawabannya jelas, tak ada satupun makhluk yang mampu menggantinya. Sudah selayaknya kita sebagai manusia untuk beribadah kepadaNya melalui nikmat-nikmat yang telah ia berikan.

Syukur memiliki beberapa rukun yang bisa anda ketahui. Di kutip dari perkataan Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah, yang menyebutkan bahsawanya syukur itu mempunyai rukun

1. Mengakui dengan hati bahsawanya nikmat ini adalah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukannya seperti orang sombong yang berkata bahwa semua nikmat yang ia dapat, adalah hasil jerih payahnya, kecerdasannya, kemampuannya, dan lain-lain darinya

2. Mengucapkan dengan lisan puji dan syukur kepada Allah. Kita harus mengetahui bahwa satu-satunya Dzat yang mampu memberi kenikmatan hanya Allah semata.

3. Menggunakan nikmat tersebut untuk beribadah kepada Allah. Ya seperti yang sudah dibahas sebelumnya, semua nikmat Allah harus kita berikan darinya hak beribadah dengan men-Tauhid kan Allah.


Like it? Share with your friends!

10046
14.6k shares, 10046 points

What's Your Reaction?

hate hate
269040
hate
confused confused
134520
confused
fail fail
33630
fail
fun fun
336300
fun
geeky geeky
302670
geeky
love love
201780
love
lol lol
235410
lol
omg omg
134520
omg
win win
33630
win

Comments

comments