Cerpen : Pangeran | Zona Baper ID

Cerpen : Pangeran

4 min


10017
11.7k shares, 10017 points

Halo sobat mimin, ketemu lagi ya. Kali ini mimin akan bagi bagi cerita pendek, yang mungkin dengan cerita pendek ini dapat memberikan kesan dan pesan yang dalam. Cerpen ini adalah asli buatan mimin sendiri. Cerpen ini bertemakan tentang perang dan cinta. Ceritanya akan sangat panjang, namun dijamin akan menarik.

Penasaran ? Yok, tanpa basa basi lagi ini dia cerpennya

Cerpen Pangeran

Malam itu, bulan bersinar terang menghiasi malam. Orang-orang tertidur pulas sambil bermimpi indah. Diantara mimpi-mimpi indah itu, ada sebuah mimpi indah sang pangeran. Sang pangeran yang berjasa dalam menjaga keasrian desa, bernama desa Lingga. Di mimpi itu, sang pangeran telah menjadi penerus kekuasaan dan jatuh cinta pada abdi kerajaan, bernama Santi

Mengapa pangeran begitu mengidamkan Santi ?. Jawabannya tak lain adalah putih dan moleknya Santi. Tidak hanya dimata sang pangeran, di mata para prajurit juga demikian. Nama Santi tidak hanya santer di desa Lingga, namun juga di desa tetangga. Sampai-sampai raja didesa berniat untuk mempersunting Santi. Ia pun melayangkan surat pada kerajaan Lingga, agar memberikan Santi.

Namun, seperti sudah bisa ditebak, sang pangeran menolak keras. Ia tidak ingin wanita yang di idamkannya itu jatuh ke tangan orang lain. Surat yang datang dari desa sebelah, dibalas dengan surat penolakan keras. Penolakan tersebut berbuntut panjang. Tersinggung, raja dari desa sebelah yakni desa Oto, mengumumkan ultimatum untuk kerajaan Lingga

“Serahkan wanita itu atau akan ada perang” begitulah isi ultimatum raja Oto. Seakan tak peduli, sang pangeran justru menantang balik raja Oto.”Takkan ada penyerahan wanita tersebut, yang ada adalah hari dimana engkau akan menyesal dengan kekalahan dalam perang”

Semua perangkat desa bersiap untuk perang yang akan terjadi. Dengan persiapan yang matang, desa Lingga telah menyiapkan 10.000 prajurit siap mati. Sayang, dari sisi jumlah, kerajaan Lingga kalah jauh dari kerajaang Oto. Oto menyiapkan 100.000 prajurit yang juga siap mati. Peperangan akan dilaksanakan pada jum’at pagi. Kedua kerajaan seperti telah siap untuk perang.

Malam, sebelum perang akan dimulai. Santi dipanggil untuk menghadap pangeran. Pangeran bertanya padanya,

“Santi, apakah kamu mencintai diriku ?”. Dengan lembut, Santi menjawab,”Aku rasa aku tidak punya pilihan selain berkata iya”

“Jadi, kamu mencintaiku karena terpaksa ?”. Santi lalu menjawab, “Tidak, bukan begitu, aku tak punya pilihan selain berkata iya, karena hatiku tak bisa menolakmu”

Pangeran pun tersenyum mendengar jawaban Santi. Ia lalu melanjutkan pembicaraan dengan berkata,

“Setelah perang ini, siapkanlah dirimu, karena engkau akan menjadi pendampingku”.

Baca juga : Cerpen seram hantu seniman

Pagi harinya, pasukan Lingga telah bersiap dimedan perang. Pasukan Lingga terpengarah melihat jumlah pasukan yang dibawa oleh raja desa Oto. Hal itu membuat gempar pasukan Lingga. Melihat jatuhnya mental pasukan Lingga. pangeran berkata dengan keras,

“Kita memang kalah akan jumlah, namun kita adalah laki-laki pemberani, kita tidak akan mundur hanya karena kalah jumlah, ingatlah leluhur kita tidak gentar karena lawan mereka lebih banyak, bahkan dengan kegigihan mereka berhasil mengalahkan musuh”

“Kita boleh kalah jumlah, namun kita tidak akan kalah kualitas, ayo buktikan”

Mental prajurit Lingga yang awalnya jatuh, bangkit kembali. Raja Oto pun mengakui kekuatan tekad pangeran dalam membangun kembali mental-mental prajurit.

“Pangeraaaan,” teriak raja Oto. “Kau memang hebat dalam perkara membangun mental, tapi itu saja tidak cukup mengalahkan pasukan ku!”

Kedua pasukan tersebut, berlari menuju tengah medan perang. Mereka bertarung layaknya kedua binatang yang ganas. Satu per satu dari kedua pasukan tersebut mati di medan perang.

Selama berjam-jam pasukan tersebut bertarung. Hingga setengah dari kekuatan kedua pasukan hilang. Lingga tinggal menyisakan 5.000 pasukannya, sedang Oto menyisakan 50.000 pasukannya. Di lihat dari sisi manapun, kekuatan 5000 orang tidak cukup untuk menumbangkan 50.000 orang.

Pangeran, berteriak kencang di antara kepulan asap, “Pasukanku…mari munduuuuur”

Pasukan Lingga pun bergerak mundur menjauhi medan perang. Raja Oto yang mengira mereka akan menang pada perang ini, memerintahkan untuk mengejar pasukan Lingga. Namun disinilah titik balik peperangan.

Pangeran telah menyiapkan banyak perangkap untuk pasukan Oto. Ya, pangeran telah menyiapkan pasukan bayangan di balik bukit. Ia mempersiapkan 3.000 pasukan pemanah yang telah bersiap diatas bukit. Setibanya pasukan Oto disana, mereka di hujani beribuan panah tajam yang beracun.

Strategi itu berjalan dengan sempurna. Banyak dari pasukan Oto yang mati tertancap panah.

Baca juga : Cerpen : Tanda hitam di kening

Penyerangan tersebut, menyisakan 10.000 pasukan Oto. Tidak hanya pasukan pemanah yang disiapkan, ternyata pangeran telah menyiapkan perangkat berupa lubang besar yang ditutupi oleh rumput dan dedaunan.

Banyak dari pasukan Oto yang masuk kedalam lubang besar tersebut. Mereka tak bisa keluar dari lubang tersebut. Sungguh strategi brilian dari seorang pangeran. Karena dalam keadaan terjepit, raja Oto menawarkan tarung bebas antar kedua pemimpin.

“Pangeraaaan…!!!, aku mengakui bahwa kau ahli dalam hal strategi, ku kira kini jumlah pasukan mu dan pasukan ku, sudah sama..tapi aku ingin kita melaksanakan tarung bebas antar kedua pemimpin”

“Apa untungnya mengadakan perang semacam itu?”

“Jika aku kalah, maka aku dan pasukanku akan mundur dan tidak akan menganggu wanita itu lagi”

“Benarkah itu?, yang aku ingat darimu, bahwa kau adalah ahlinya dalam berbohong”

“Percayalah, kali ini aku tidak akan berbohong, karena kurasa itu tidak akan menguntungkan diriku dan pasukanku”

Mereka berdua pun siap dalam pertarungan tersebut. Dengan baju zirah, mereka bertarung hingga membuat kedua pasukan terpanah. Beberapa kali pangeran terkena pukulan raja Oto, begitu dengan raja Oto. Mereka bertempur layaknya binatang yang berebut makanan.

Beberapa pukulan pangeran, tepat mengarah pada wajah raja Oto. Tak mau kalah, raja Oto, sempat beberapa kali sukses melayang tendangan pada wajah pangeran, hingga sempat membuat pangeran jatuh.

Namun, karena kegigihan yang dimiliki pangeran, ia bangkit dan bertarung lagi. Dengan sekuat tenaga ia terus melancarkan serangan pada raja Oto. Pertarungan itu, berjalan hingga 1 jam lamanya.

Di akhir pertarungan, raja Oto terkena pukulan telak di dagunya. Pukulan itu membuat raja Oto jatuh pingsan. Ia tak sadarkan diri untuk beberapa menit. Pasukan Lingga pun merayakan kemenangan pangeran.

Tak lama kemudian, raja kembali sadar. Ia pun menepati janjinya pada pangeran. Ia dan pasukan bergerak mundur menuju wilayah kekuasaan. Dalam perjalanannya, raja Oto mengakui kehebatan pangeran dalam duel satu lawan satu.

Setibanya di istana, pangeran memanggil Santi dan berkata,

“Santi, perang ini telah selesai dan sekarang ini kau adalah milikku”

“Aku tak punya daya apapun untuk menolakmu pangeran, tapi izinkan aku untuk bertanya.”

“Silahkan, pasti akan ku jawab”

“Engkau mencintaiku karena bentuk badanku atau karena sikapku?”

Baca juga : Cerpen : Debat

“Itu tidaklah penting, tapi aku memang menyukai bentuk badanmu yang bagus itu, tetapi itu bukan hal yang utama, aku telah lama memperhatikan dirimu, engkau sosok yang gigih dan lugas, engkau tak pernah mengeluh, meskipun engkau hanya pesuruh di kerajaan ini, aku harap kamu mengerti, bahwa sikapmu lah yang telah mencuri hatiku”

“Jika begitu, aku siap menjadi pendampingmu pangeran..”

Merekapun menikah dan hidup bahagia untuk selamaya.

Semoga kisah ini membawa kesan yang baik untuk pembaca.


Like it? Share with your friends!

10017
11.7k shares, 10017 points

What's Your Reaction?

hate hate
269040
hate
confused confused
134520
confused
fail fail
33630
fail
fun fun
336300
fun
geeky geeky
302670
geeky
love love
201780
love
lol lol
235410
lol
omg omg
134520
omg
win win
33630
win

Comments

comments