Cerpen : Perlombaan Cinta Part 1 | Zona Baper ID

Cerpen : Perlombaan Cinta Part 1

6 min


10031
13.2k shares, 10031 points

Pagi itu, suara detik jarum jam menemaniku menunggu hasil wawancara. Suara detikkan itu, kian lama kian terasa kuat. Hingga aku merasa, suara detikkan jarum jam itu selarak dengan suara detak jantungku. Saat itu, yang ada di pikiranku hanya ada dua. Pulang dengan perasaan bahagia, atau pulang dengan hati hancur berkeping-keping. Tapi, bukan aku yang memutuskan untuk memilih, melainkan orang lain. Aku hanya bisa pasrah, seperti pasrahnya seorang murid STM yang rambutnya jadi korban razia

Lucu sih, tapi itulah gambaran kecil suasana hati Azram, saat menunggu hasil wawancara pekerjaannya. Saat itu, Azram melamar bagian administrasi manajemen. Kebetulan, saat duduk di perguruan tinggi, ia mengambil jurusan manajemen informasi. Ya, bisa dibilang “cucok meong” lah. Azram tak sendirian menunggu hari itu. Ia bersama kawan dekatnya yang sudah seperti saudaranya, Adi.

Keduanya tak terpisahkan, layaknya Deddy Corbuzier dan anaknya Azka. Bahkan mungkin bisa menjadi seromantis kisah legend Tionghoa Sam Pek Eng Tay. Tapi, menjijikan rasanya jika membayangkan kisah persahabatan mereka menjadi percintaan. Tentu, siapa yang mau tau kisah cinta layaknya Lucinta Luna dan suaminya. Toh, si Princess belum jelas data kelaminnya. Ya, kira-kira begitulah lukisan kejijikanku jika itu terjadi

Hingga tiba saatnya, surat hasil keputusan dibawah oleh sekretaris cantik bernama Mia. Bukan Mia Khalifa, tapi Mia Olivia Zenden. Nama kebarat-baratan itu, di peroleh dari garis keturunan ayahnya yang berasal dari Prancis. Wanita itu cantik, putih, tinggi, dan fantasi lengkap dari liarnya pikiran seorang pria. Tak pelak, hal utu membuat Azram dan Adi terpesona. Dalam hati, mereka berkata, jika aku bekerja disini, aku akan menabung, kerja keras, dan menikah dengannya

Saat itu perusahaan membutuhkan sekitar 150 karyawan baru dari selekses 500 orang yang mendaftar. Sudah barang tentu, perusahaan sangat berhati-hati memilih anak buah barunya. Hal ini terbilang wajar, mengingat perusahaan bernama Lautan IT itu adalah perusahaan terbesar kedua di Indonesia.

***

Hahaha, aslinya sih, itu hanya nama yang di ambil dari website yang di buat oleh anak SI (Sistem Informasi) Universita bernada islam.

Singkat cerita, mereka pulang dengan pilihan pertama. Ya, mereka berdua pulang dengan perasaan bahagia. Namun, di sinilah, gejolak api yang membara tercetuskan. Mereka berdua langsung terprogram, berpacy merebut hati Mia. ” Hai kawan, jangan bermimpi terlalu tinggi untuk si Mia, karena aku telah puas memeluknya dalam mimpiku “, ucap Adi dengan suara khas orang batak. “ Ya, engkau boleh sampe puas memeluknya dalam mimpi, tapi itu memang akan terjadi dalam mimpi saja “, jawab santai Azram.

2 hari setelah itu, mereka masuk kerja untuk pertama kali. Azram, yang berperawakan putih tinggi dengan rambut lurus ala Shah Rukh Khan, mulai tebar pesona pada Mia. Saat itu, ia di panggil menghadap Mia, untuk mengetahui prosedur pekerjaannya. Setelah pembicaraan selesai, Azram ketus berbicara ” Setelah aku menerima gajiku yang pertama, aku akan mengajak mbak kencan “. Mia hanya diam mendengar itu dan seolah tak bergeming sedikit pun. Ia malah langsung pergi dari ruang itu, meninggakjan Azram sendirian.

Azram tersipu malu. Ia tak habis pikir, mengapa ia begitu pd berkata seperti itu. Ia pun beralih menuju ruangan kerjanya tak mau membicarakan hal itu pada siapapun. “ Sungguh, urat malu ku sudah putus, ah sial “, gumam Azram. Tapi, layaknya kisah Ko Ching Teng yang justru semakin suka dengan Shen Chia Yi, yang mengabaikan kata-katanya, Azram semakin bersemangat. O iya, kisah Ko Ching Teng ada didalam film fenomenal China keluaran 2011, You Are The Apple of My Eye. Endingnya, antara mau bilang bahagia atau sedih, kagak taulah. Tonton saja filmnya dengan seksama.

***

Lain caranya dengan apa yang dilakukan oleh Adi. Caranya terbilang aneh tapi unik. Ia membuat bualan puisi cinta yang ia letakkan dalam amplop. Amplop itu kemudian di taruh diruangan Mia, tanpa satupun tanda pengenal. Dan salah satu kata-katanya adalah ” Jika engkau penasaran denganku, panggil aku segera, aku kan segera datang “. Bumerang bagi Adi. Surat itu menjadi peringatan keras dirinya untuk tidak berbuat hal serupa.

” Siapa yang membuat surat bodoh ini dan meletakkannya di ruangan saya ? “. Tidak ada satupun karyawan yang berani menjawab. ” Jika tidak ada yang mengaku, maka saya akan berikan sanksi berupa pemotongan gaji bagi kalian semua “. Wow..Sugooi (bahasa Jepangnya keren) . Hal ini bisa di lakukan karena Mia, adalah anak dari pemilik perusahaan. Satu fakta yang belum di ketahui oleh Azram maupun Adi.

Akhirnya, dengan desakan emosi akan solidaritas, Adi mengaku bahwa ia pelakunya. Anehnya, Mia justru ketawa dan dengan sarkasme tingkat dewa “ Jika ingin mendapatkan dirku, ngaca dulu ya “. Sontak, perkatan itu mengundang gelak tawa para penonton saat itu. ” Hari ini, kamu aku maafkan, tapi besok, jangan berharap lebih “. Jika aku menjadi Adi, aku akan pulang, langsung memotong wajahku tipis-tipis dan menaruhnya dalam tong sampah. Hahaha.

Tibalah saat jam pulang kerja kantoran. Azram dan Adi pulang bebarengan karena memang mereka satu tempat kost. Sesampainya di kost, Azram yang dari tadi menahan tawa, tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian tadi. Adi yang kesal, lalu berujar “ Itulah yang namanya usaha laki “. Sesaat kemudian, tawa Azram mulai mereda. Mereka pun berbincang tentang bagaimana cara mendapatkan Mia.

Perbincangan itu berlangsung seru, dan mungkin jika tokoh ini benar-benar nyata, mereka bisa membuat podcast, cara menggaet seorang wanita. “ JIka kita ingin lebih dekat dengan Mia, kita harus tau, apa yang Mia suka dan Mia tidak suka “. Begitulah inti sari perbincangan tersebut. Keduanya sepakat untuk bersaing secara sehat.

***

Besoknya, mereka memulai hari layaknya detektif fiksi terkenal, Sherlock Holmes. Ia adalah hasil rekaan Sir Arthur Conan Doyle, seorang pengarang dan dokter asal negara yang bersemboyan “In My Defens God Me Defens” Skotlandia. Dalam kisahnya, hampir semuanya dikisahkan sahabat karib Holmes, dr. John H Watson. Tokoh ini terinspirasi dari atasannya Doyle di Royal Infirmary of Edinburgh, dr. Joseph Bell. Hingga suatu hari, Bell mengaku pada Doyle, bahwa Doyle sendirilah Sherlock Holmes tersebut.

Ya, mereka berdua, Azram dan Adi, mencari data-data sebanyaknya yang bisa dikumpulkan. Mereka seperti mempunyai database tersendiri untuk kemudian di atur sedemikian rupa agar bisa dijadikan informasi. Namun, disini, gerak Azram lebih gesit dan lebih kredibel. Ia berhasil mendapatkan apa yang disuka dan apa yang tidak disuka Mia. Caranya mudah, ia hanya bertanya kepada orang terdekat Mia di kantor, yang sekaligus sahabat Mia.

Saat ditanya, ia ngeles dengan berujar, “ Aku hanya ingin tau saja, jadi aku bisa tau ingin jadi seperti karyawan seperti apa selama bekerja di bawah dia “. Ternyata, Mia tidak suka sesuatu yang lemah lembut. Ia tidak suka hadiah berupa puisi, karena ia merasa puisi hanya bualan sampah belaka. Ya, masuk akal jika puisi Adi, tidak berbalas. Mia, menyukai sesuatu yang keras dan laki banget. Ia sangat suka, dengan beladiri silat.

Dan karakter kesukaannya adalah Iko Uwais. Pesilat Indonesia yang namanya sudah mendunia. Dan dalam dunia nyata, baru-baru ini ia sedang gencar promosi film terbaru, Stuber. Singkat cerita, ia pun mencari jadwal film tentang silat di berbagai bioskop. Ia mempelajari seluk beluk film silat yang akan segera tayang akhir bulan. Ia berencana, mengajak Mia menonton film itu bersama.

***

Adi ?, Dengan perjuangan yang lebih keras, ia juga berhasil mengetahui apa yang diketahui oleh Azram. Namun berbeda dengan Azram, Adi malah berniat mengikuti latihan Silat, di hari hari libur kantornya. Ia yakin, Mia akan tersepona, eh kaya Isyana aja ya, typo :v, terpesona. Ia pun sering menghabiskan liburnya dengan berlatih Silat. Entah apa yang di pikirkan Adi, tapi cara Azram lebih, ya, lebih masuk akal.  Sepertinya orang batak memiliki cara cara yang anti mainstream dalam menunjukkan suara hatinya.

Ya, orang batak terkenal apa adanya dan jujur. Satu lagi nih, pinter ngomong. Mungkin itu menjadi salah satu sebab mengapa pengacara itu banyaknya dari orang batak. Hal ini pernah diutarakan oleh mantan artis dan politisasi kredibel Indonesia, Ruhut Sitompul.

Pengacara itu yang dipegang mulutnya, sedangkan kambing yang dipegang ekornya, itulah, kami selalu bekerja dengan hati, dan pengacara suaranya harus kuat, dan mengapa orang batak suaranya kuat, di Medan itu dari satu rumah ke rumah yang satu itu jaraknya 2-3 kilo, jadi kalau panggilan ayah, ucoook, pulang kaau !! “. The Interview With Tukul Kompas TV.

Tibalah saat gajian. Semua karyawan menanti bagian di panggil dengan hati yang riang gembira. Mereka mulai berhitung berapa gaji yang akan di terima. Sebagian yang lain berkhayal berapa banyak baju baru yang bisa di beli. Adi, namanya di panggil untuk masuk ruangan sekretaris. Setelah proses tanda tangan selesai, ia berhak menerima gaji Rp.2.000.000. Dan dengan pd dia berkata pada Mia.

Mbak, maukah mbak menonton pertandingan saya di Turnamen Silat Amatir, di, di, di, di (anggaplah itu di Taman Siswa) di awal bulan nanti ?”

***

Aku sudah tau, kau dan Azram, telah bertanya pada sahabatku, mengenai apa yang aku suka dan yang tidak, aku memang suka silat, tapi aku tak suka melihat pertarungan itu langsung apa adanya, aku lebih suka menontonnya melalui film, jadi usaha memang bagus, tapi kita lihat usaha Azram

Adi pun keluar dari ruangan tersebut dengan raut muka kecewa. Azram menyangka bahwa ia mendapatkan gaji yang sedikit. “ Apa hari ini kau hanya dapat sekecil otak mu ?”. Adi tak bergeming. Sesaat kemudian, ia berkata dengan logat medannya “ Habis ini, pulang, kita kelahi, siapa yang menang, dia yang berhak mendekati Mia “. Azram hanya memberi senyum kecut, seakan tak menganggap serius pernyataan Adi.

Dan tibalah Azram di panggil. Proses penerimaan gaji berjalan semestinya. Namun, Azram yang sepertinya mulai tau masalah Adi, enggan untuk berbicara “nakal” dengan Mia.

Bukankah engkau berjanji untuk mengajakku kencan ?”

Eh, benarkah, emangnya mbak mau ?”

Mau kamu bawa kemana aku ? “

Rencana sih, nonton film silat mbak

Binggo, ajakanmu tepat sekali, asal kamu tau, aku memang ya agak menyukaimu

Lampu hijau bagi Azram. Ia pun melakukan kencan pertamanya dengan Mia. Kencan ini berlangsung biasa-biasa saja, dan terkesan hambar. Di bioskop, Azram yang hatinya ingin memegang tangan Mia, tak berani melakukannya. Ajaib, justru si Mia yang melakukannya. Malam itu menjadi malam yang biasa biasa saja nan berkesan. Sepulangnya di kost, ia sudah di tunggu oleh Adi.

Tanpa banyak basa basi, Adi langsung menghajar Azram dengan berbagai dengan jurus silat yang ia pelajari di perguruan. Azram, yang kelelahan, tak kuat melawan. Ia akhirnya tumbang dan pingsan. Adi, yang tadinya seperti di rundung setan, seketika sadar, dan menolong temannya tersebut. Ia membawanya ke rumah sakit terdekat. Beruntung, Azram tidak mengalami cedera yang fatal.

***

Adi, tak kuasa menahan tangis tanda penyelasan. Ia mengakui kesalahannya, dan membayar semua biaya rumah sakit Azram. Beruntung, Azram tidak menaruh dendam. Ia tetap berbaik sangka dengan temannya, karena Azram merasa, Adi hanya cemburu, dan hanya perlu menemukan tambatan hati.

Aku mengaku kalah, janji di awal, adalah perlombaan yang sehat, namun aku merusaknya, kau berhak atas Mia, “

Kawan aku mengerti perasaanmu, tak apa-apa, di lain kesempatan aku akan belajar wushu dari Jackie Chan dan gentian menghajarmu

Keduanya pun tertawa bersama seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Tapi, Azram tak begitu yakin dirinya bisa nempel terus dengan Mia

” Anggap saja ini game pertama, dan di game pertama ini, aku yang menang, mari kita nantikan pertandingan kita di game kedua “

Bagaimana kelanjutannya ? Pantengin terus www.zonabaper.id

Baca juga :


Like it? Share with your friends!

10031
13.2k shares, 10031 points

What's Your Reaction?

hate hate
201780
hate
confused confused
67260
confused
fail fail
302670
fail
fun fun
269040
fun
geeky geeky
235410
geeky
love love
134520
love
lol lol
168150
lol
omg omg
67260
omg
win win
302670
win

Comments

comments