Cinta Sebenarnya Seorang Muslim | Zona Baper ID

Cinta Sebenarnya Seorang Muslim

3 min


10031
13.1k shares, 10031 points

Halo sobat mimin, semoga sehat selalu ya. Kali ini, mimin kembali hadir ya. Setelah sekian lama tidak hadir ya. Mimin akan bawakan materi tentang islam, yang insyallah akan memberikan inspirasi serta motivasi kepada kita kaum muslimin. Materi yang akan dikupas adalah materi tentang cinta. Apa itu cinta ? dan bagaimana penerapan sebenarnya untuk kita yang beragama islam ini ?. Apakah cinta datang dari pandangan mata seorang yang berlawanan jenis saja ? Tentu tidak. Cinta terbagi atas berbagai macam jenis dan juga tingkatan. Dan cinta yang paling besar, adalah cintanya seorang muslim kepada Allah dan Rasul-Nya.

Perlu kita simak kembali, dalam perjalanan hidup kita. Allah lah yang paling berjasa menciptakan kita dari tidak ada menjadi ada. Dari yang menciptakan kita tidak mampu apa-apa menjadi mampu untuk berbuat segala hal. Dia lah maha kuasa lagi maha bijaksana. Oleh karena-Nya lah kita mampu hidup sejahtera di dunia ini. Tentu, segala bentuk perhatian dan perbuatan balas budi, kita patut dan pantaskan untuk Dia semata. Allah juga telah menciptakan manusia terbaik, yang menjadi pemimpin kita dalam masalah di dunia ini. Dialah Nabi Muhammad Shallalallahu alaihi wa sallam.

Manusia yang berjasa mengantarkan manusia hingga ke pintu gerbang kehidupan yang penuh iman kepada Allah. Memberikan kita pilihan yang jelas untuk hidup mengabdi kepada Allah. Tentulah itu adalah cinta sejati seorang muslim. Karena muslim, mengedepankan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya pada yang lain. Melebihi cinta pada keluarga, ayah, ibu, kakak, adik, Istri, anak-anak, teman dan lainnya. Jangan sampai kecintaan kita pada mereka, melebihi kecintaan kita pada Allah dan Rasul-Nya. Seperti yang kita tau, kecintaan yang berlebihan pada dunia, akan berujung pada penyesalan.

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Tetapi, kecintaan yang berakhlak dan menuju Allah dan Rasul-Nya akan membawa pada kemenangan. Seperti yang ada didalam kisah Abu Bakar Radhiyallahu anhu. Beliau begitu mencintai Rasulullah, sampai-sampai beliau takut melanggar perintahnya, meskipun Nabi telah tiada. Saat itu, keadaan kaum muslimin sedang dalam kondisi kritis, setelah wafatnya Rasulullah. Saat itu beliau mengeluarkan perintah terakhir sebelum kematian untuk mengutus pasukan perang. Pasukan perang Usamah ke kerajaan Romawi.

Setelah melalui perdebatan panjang, Abu Bakar resmi di bai’at sebagai Khalifah pertama. Perdebatan yang dimaksud adalah adanya beberapa kaum yang tidak sependapat, dengan hendak menjadikan Ali Bin Abi Thalib sebagai pemimpin. Kelompok tersebut pada akhirnya memiliki pemikiran ekstrim dan keluar dari jalur. Mereka itulah yang di sebut dengan kelompok Syiah. Setelah Abu Bakar resmi di bai’at, ada satu persoalan yang langsung menghampirinya. Ia di desak oleh sahabat lainya untuk menarik mundur pasukan Usamah. Mengapa demikian ?. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, banyak dari sebagian penduduk Madinah yang murtad. Sahabat khawatir, apabila mereka mendengar berita berangkatnya pasukan Usamah ke Romawi, maka itu akan menjadi peluang mereka untuk menyerang kaum muslimin di Madinah. Idealnya, negara yang lagi kacau butuh pasukan lebih untuk keamanan.

Dengan firasat itulah, mereka mendesak agar Abu Bakar segera menarik kembali keputusan tersebut. Di sini, Abu Bakar dihadapkan pada dua ketakutan. Ketakutan yang pertama adalah takut bahwa kaum muslimin di bantai oleh orang orang murtad dari suku arab badui. Ketakutan kedua, adalah takut perintahnya akan melanggar sesuatu yang telah di tetapkan oleh Nabi Muhammad. Keduanya memiliki resikonya masing-masing. Dengan iman yang kuat, ia berkata ” Sampai rok istri-istri Nabi di gigit oleh anjing-anjing, saya tidak akan menarik mundur pasukan Usamah “. Abu Bakar memilih ketakutan yang kedua.

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Di sinilah, cinta dan rasa takutnya berbuah manis. Tentua kita masih ingat sebuah perkataan yang sudah malang melintang di telinga kita, bahwa Allah maha membolak balikan hati. Dengan berangkatnya pasukan Usamah menuju Romawi, Allah berikan pesan-pesan kepada mereka, suku-suku badui yang murtad di sekitar Madinah.
” Dia, Abu Bakar, berani tetap mengirimkan pasukan ke Romawi, dan tentu saja, dia pasti telah menyiapkan pasukan yang lebih di Madinah “. ” Tentara yang kirim saja begitu banyak, apalagi yang mereka simpan “. Begitulah kuasa Allah, karena bagi Allah semua itu mudah.

Baca juga : Mahar-mahar pernikahan yang penuh makna

Sampai terdengarlah berita bahwa pasukan Usamah berhasil mengalahkan pasukan Romawi. Berita itu semakin menambah ciut kaum murtad di sekitar Madinah untuk menyerang. ” Romawi saja yang perlengkapan perangnya begitu canggih, apalagi kita, yang terpecah belah di mana-mana “. Itulah perlindungan yang Allah berikan kepada hambanya yang yakin akan Nabi-Nya. Yang cinta akan segala bentuk perintah yang telah di sampaikan. Kisah Abu Bakar ini, hendaknya menjadi cambuk bagi kita, untuk lebih mencintai perintah Rasulullah. Islam tidak menampik adanya cinta manusia terhadap sesuatu yang lain. Tapi islam juga menegaskan bahwa Allah-lah tempat kembali yang paling baik. Hal itu terdapat dalam surah Ali Imran ayat 14 ;

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan sisi Allah-lah tempat kembali yang baik

Dalam Hadist riwayat Abu Dawud no 4297, dari Sahabat Tsauban radhiyallahu anhu, mengatakan bahwa Rasulullah bersabda : “Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan” Seseorang berkata :”Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit ?”

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Rasulullah lanjut bersabda :”Bahkan kalian saat itu banyak , akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air bah. Dan Allah subhanahu wa ta’ala benar-benar mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian, dan benar-benar Allah subhanahu wa ta’ala akan campakkan ke dalam hati kalian penyakit al-wahn

Seseorang bertanya, “Apakah yang di maksud dengan al-wahn, ya Rasul ?

Rasulullah menjawab”Cinta dunia dan takut mati.”

Tak bisa di pungkiri, manusia juga cinta akan dunia. Namun, perlu di ingat, cinta dunia, tidak boleh menjadikan kita lupa kepada cinta yang lebih agung, yakni cinta pada Allah dan Rasul-Nya. Tentunya dengan cinta yang sesuai dengan aplikasi para sahabat terdahulu. Generasi-generasi terbaik dalam umat ini. Mereka mencinta Allah dan Rasul-Nya sesuai dengan perintah. Tidak berlebihan dan tidak pula kedikitan. Sebab itu, kita wajib mengikuti cara mereka dalam mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Seperti kita mencinta sesuatu secara berlebihan dan melebihi batas pada dunia adalah hal yang salah. Maka hal yang sama pula kita melakukannya pada Allah dan Rasul-Nya. Sebagai contoh, kita mencintai Allah dan Rasul-Nya sampai-sampai kegiatan kita tidak lagi memperdulikan orang lain. Hanya sholat dan dzikir saja. Ini adalah perbuatan yang salah. Itulah cinta sejati, cinta sebenarnya seorang muslim.


Like it? Share with your friends!

10031
13.1k shares, 10031 points

What's Your Reaction?

hate hate
67260
hate
confused confused
269040
confused
fail fail
168150
fail
fun fun
134520
fun
geeky geeky
100890
geeky
love love
336300
love
lol lol
33630
lol
omg omg
269040
omg
win win
168150
win

Comments

comments