Cinta Yang Penuh Lika Liku Kehidupan

4 min


10036
13.6k shares, 10036 points

Halo sobat mimin, semoga sehat selalu ya. Kali ini, mimin akan bercerita tentang pengalaman cinta mimin yang terjadi pada masa perkuliahan

Jangan baper ya, karena kisah ini terinspirasi dari pengalaman mimin sendiri. Buat kamu yang mudah baperan, disarankan untuk tidak membaca kisah ini ya.

So, tanpa berlama-lama lagi, ini dia kisah mimin yang mimin beri judul

“Cinta Yang Penuh Lika Liku Kehidupan”

Simak baik-baik ya.

Saat itu, aku berhasil masuk perguruan tinggi melalui nilai rapor. Aku berhasil masuk ke perguruan tinggi swasta milik organisasi islam terbesar kedua setelah NU, Muhammadiyah. Aku memilih jurusan sistem informasi.

Dan disanalah aku bertemu wanita, yang banyak mewarnai kehidupanku. Namanya Amel Nurfika. Dia adalah perempuan cantik yang selalu ada didalam pikiranku

Awal perjumpaan ku dengan dia, terjadi saat kita punya tugas PPKN. Kebetulan, kami satu kelompok. Saat pertama kali berjumpa tersebut, dia memberikan kesan yang menganggu.

Berapa kali dia meminjam hpku, lalu melihat isi daripada gallery ku.

Sebuah tindakan, yang sebenarnya sudah melanggar privasi orang lain.

Tapi, tak apa, aku membiarkannya untuk mengetahui lebih banyak tentang diriku. Awal perjumpaan, tidak membuat ku langsung suka pada dirinya.

Hanya saja, banyak dari teman-teman dekatku semasa perkuliahan yang suka menjodohkan aku dengan dirinya

Hal yang pertama kali membuat aku suka dengannya, terjadi setelah beberapa bulan kami kuliah. Sebagai catatan kami adalah maba, mahasiswa baru.

Saat itu, dia bercerita padaku, dan bilang “akhirnya aku tau, kenapa kamu suka melipat celana bagian bawah agar tidak melewati mata kaki ”

Ku balas “iya, biar tidak isbal, tau dari mana ?”

“Aku tau dari video penjelasan Dr. Zakir Naik”. Ternyata selama ini, dia memperhatikan cara berpakaian dari diriku. Dia peduli akan diriku.

Dari situlah, aku merasa bahwa dia hendak mempelajari ajaran islam lebih dalam lagi. O iya, buat kalian yang tidak tau apa itu isbal, kalian bisa membaca artikel dibawah ini..

Baca juga : cara berpakaian laki dan perempuan sesuai dengan aturan islam 

Dari situ, aku mulai memperhatikan dia tentang cara beragama yang benar. Aku masukan dia kedalam grup Line, yang aku buat dengan 2 orang teman dekatku lainnya.

Didalam grup yang berisikan 4 orang tersebut, hanya dia yang masuk sebagai perempuan. Nama grup itu, aku beri dengan nama belajar. Satu dari anggota tersebut keluar, karena sudah pindah universitas. Jadi, sisa 3 orang saja.

Di dalam grup Belajar itu, kami belajar banyak hal, mulai dari hal-hal yang berbau Sistem Informasi, dan sampai pada masalah kehidupan tentang Islam.

Dari grup itulah, aku dan Amel, sering bertemu untuk membahas permasalahan dalam islam.

Kebetulan, kami berdua kuliah di Jogja, yang notabene kaya akan pengajian.

Hal yang kami bahas, biasanya tentang hasil kajian yang aku ikuti. Kajian kitab Riyadusholihin bersama Ustad Zaid Susanto.

Saat itu, kami duduk bersama didepan kost miliknya. Dia mulai curhat kepadaku, mengapa dirinya dijauhi oleh teman dekatnya.

Karena aku mengetahui permasalahannya, aku langsung menjawab

“Kamu tidak dibenci oleh temanmu yang itu, hanya saja kamu sering bersama dengan orang yang dibenci olehnya, kamu hanya dekat dengan orang yang dibenci oleh temanmu tersebut”

Amel, dia mengikuti saranku untuk tidak sering bersama dengan orang yang dibenci teman dekat tersebut.

Dan itu benar, teman dekat tersebut menghubungi Amel, dan bilang :

“Aku tidak membencimu, aku minta maaf, aku hanya tidak suka dengan temanmu itu, dan kamu jadi kena getahnnya”

Apa yang aku bilang ternyata benar.

Dari situ, kami berdua sering ngobrol masalah kehidupan terutama yang berkaitan dengan islam.

Hingga tiba saatnya, saat aku melihat dia menangis saat ku bacakan hadist yang kebetulan pas untuk masalah yang sedang ia curhatkan kepadaku.

Dia menceritakan padaku, bagaimana dirinya dengan temannya yang tidak memahami dirinya. Aku menyahutnya, “bagaimana temanmu bisa mengerti akan dirimu, sedangkan kamu tidak berani berkata tidak pada temanmu itu”

Lalu aku jelaskan satu hadist dari kitab Riyadusholihin padanya, yang berbunyi

” Dari Abu Hurairah, Iman An-Nawawi berkata : Ada seseorang berkata pada Rasulullah, aku memiliki kerabat tetapi sifat mereka aneh, aku terus berbuat baik dengan menyambung silahturahim, tetapi mereka justru memutusnya, saya terus berbuat baik tapi mereka berbuat jahat kepadaku,

Nabi lalu menjawab : ” Jika tetap seperti itu, maka kamu seperti memberi mereka makan abu yang panas, dan senantiasa akan ada penolong dari Allah, selama engkau masih seperti itu “. (HR.Muslim)”

Aku lanjut dengan perkataan, ” Apa kamu tega memberi temanmu makan abu panas, karena kamu tidak berani bicara tidak pada mereka ? ”

Amel pun menangis, dan aku pun heran. Namun, saat itu aku merasa bahwa Amel adalah orang yang mudah menangis. Aku sudah dua kali melihat dia menangis. Pertama, saat kita sedang curhat masa lalu kita masing-masing, dan kedua saat aku bacakan hadist untuknya.

Dari peristiwa tersebut, entah apa yang terjadi, aku mulai menaruh rasa suka pada dirinya.

Hingga tiba saatnya, aku jujur dengannya

Saat itu, aku tanyakan pada dirinya “Apa yang kamu lakukan jika kamu disukai oleh temanmu sendiri ?”

Dia menjawab :”Aku akan menjauhinya”. Ku balas dengan nada yang parau, “Oke, kalau gitu kita lebih baik menjauh satu sama lain”

Dia menjawab : “Kenapa ?”. “Karena aku mulai menyukai dirimu”, jawabku dengan tegas.

Saat itu, hubungan kami mulai renggang. Dari yang dulunya sering makan bareng, hingga chatingan, sekarang hilang begitu saja.

Sebenarnya, aku sedikit menyesal mengakui perasaaanku terhadap dirinya. Tapi tak apa, setidak aku tidak lagi gemetaren saat berjumpa dengan dia.

Jujur, sebelum menyatakan perasaaan ku padanya, aku sering kali merasa bergetar bila ada didekatnya.

Hari ke hari terus berlalu, Amel semakin memperbaiki dirinya dalam berpenampilan sesuai dengan syar’i.

Dan tiba saat, aku mengantarkan kabel LAN, padanya untuk praktikum, aku lihat langsung kecantikkan dengan pakaian syar’i

Aku tak bisa berkata apa-apa, dia terlihat begitu anggun dalam balutan syar’i berwarna merah. Aku terkesima, dan hanya memberikan kabel LAN langsung padanya.

DIdalam hatiku, aku berkata, “Cantik sekali dirimu, ingin rasanya aku meminang dirimu”.

Aku tersenyum tersipu malu melihat kecantikkan dirinya. Rasanya, aku ingin terbang kelangit ketujuh bersama dengan dirinya.

Hari demi hari terus berlanjut, dan rasaku terhadap dirinya semakin besar. Bahkan aku sempat merasa cemburu, ketika dirinya lebih akrab pada orang lain, ketimbang diriku.

Sebuah perasaan yang sebenarnya, tak boleh ada dalam diriku.

“Kamu kenapa makan bareng dengan dirinya ?”.

“Kamu kenapa lebih akrab dengan dirinya ?”, “Kamu kenapa, kamu kenapa ?”

Begitulah, kekesalan ku pada Amel. Aku seperti tak bisa ikhlas menerimanya.

Aku tau, aku harus tau diri, namun apa daya, rasa cinta padanya, sudah terlanjur besar.

Hingga ku putuskan, untuk tidak lagi berkomunikasi dengan dia, aku kirimkan kata-kata terakhir dari percakapan kami tentang islam.

Dan akupun bertekad untuk jadi laki-laki yang sukses, lalu akan melamarnya.

Itulah tekad bulat dari diriku. Sebagai informasi tambahan, kami masih menjadi mahasiswa, dan sekarang berada pada masa semester 6.

Hanya itu yang bisa aku lakukan, untuk ingin bersama dengan dirinya. Rasa cintaku terhadap dirinya, sampai-sampai membuat aku hampir gila.

Aku sempat dirawat di RSJ di Jogja. Selama 2 bulan aku berada disana. Aku terus memanggil namanya, dan yang aku harapkan,terjadi

Dia datang menjengukuku dan bertemu dengan ibuku. Senang rasanya, meskipun saat itu aku tertidur.

Aku harus berusaha lebih keras lagi untuk sembuh, dan menjadi pria yang sukses.


Like it? Share with your friends!

10036
13.6k shares, 10036 points

What's Your Reaction?

hate hate
201780
hate
confused confused
67260
confused
fail fail
302670
fail
fun fun
269040
fun
geeky geeky
235410
geeky
love love
134520
love
lol lol
168150
lol
omg omg
67260
omg
win win
302670
win

Comments

comments