Makna Perlombaan Pada 17 Agustus | Zona Baper ID

Makna Perlombaan Pada 17 Agustus

2 min


10032
13.2k shares, 10032 points

Halo sobat mimin, semoga sehat selalu ya. Mimin, benar-benar minta maaf ya, karena mimin akhir-akhir ini jarang update, karena mimin di sibukkan dengan tugas kuliah mimin. Di tambah lagi mimin lagi di serang flu. Kyaa… di serang, Ibu kota Banten kali ini. Mimin ingin ucapin selamat kepada negara kita tercinta, Indonesia, yang berulang tahun ke 74. Sudah 74 tahun kita merdeka, dan kita berharap kemerdekaan ini akan terus langgeng dan kita mampu mengisinya dengan lebih baik.

Seperti yang dikatakan oleh Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Memang paling sulit untuk melawan bangsa sendiri, melawan saudara sendiri. Kita seolah kalah oleh kepentingan kita masing-masing sehingga melupakan Bhineka Tunggal Ika yang kita miliki. Kita telah jauh dari rasa ingin memiliki bersama, dan sejahtera bersama. Sekarang, tercipta jurang yang dalam antara si kaya dan si miskin. Tentu, kita tidak ingin sesuatu yang lebih buruk lagi datang menimpa.

Oleh sebab itu, di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 ini, mari kita bersama-sama. Bersama-sama mewujudkan Indonesia yang maju. Yang mampu memanfaatkan sumber daya alam sendiri, tanpa harus bergantung kepada negara lain. Menjadi pribadi sumber daya manusia yang unggul. Peka akan lingkungan dan saling menjaga satu sama lain. Menepiskan isu SARA dan isu politik yang mementingkan kaum berduit. Kita harus cepat sadar dan tanggap.

Baca juga : Cara hack SMS dengan SMS Forwading APP

Di hari yang berbahagia ini, banyak sekali elemen-elemen masyarakat yang melaksanakan upacara pengibaran Merah Putih. Upacara itu begitu sakral di lakukan. Diiringi dengan gema lagu Indonesia Raya. Semua pecah dalam semangat haru baru, Indonesia 74. Ini merupakan tanda betapa kita masih menjunjung tinggi jasa para pahlawan. Meskipun, beberapa tahun lalu, terdapat oknum-oknum yang melecehkan para pahlawan kita. Semua itu adalah dampak kurangnya pendidikan sejarah yang ditanamkan nilai pancasila.

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Masih ingat dengan duta pancasila, Zaskia Gotik. Penyanyi dangdut itu malah diangkat sebagai duta pancasila, setelah sebelumnya bermasalah dengan menghina lambang negara. Hal itu dilakukan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR. Mimin, tidak akan membahas lagi detail tentang itu. Namun itu menjadi cerminan betapa Indonesia sebenarnya lebih membutuhkan sesosok atau figur yang nasionalisme tinggi, ketimbang entertainer atau penghibur.

Tidak hanya acara sakral pengibaran bendera. Acara acara besar seperti perlombaan 17 Agustus, juga dilaksanakan oleh elemen masyarakat mulai dari atas hingga bawah. Dengan adanya acara ini, tentunya jurang yang memisahkan antara si kaya dan si miskin akan terkikis. Mereka akan bahu membahu, saling membantu yakni mendapatkan tujuan. Lomba yang paling ikonik diadakan setiap tahun, adalah lomba panjat pinang.

Merdeka

Meskipun tadi mimin bilang “Kita telah jauh dari rasa ingin memiliki bersama, dan sejahtera bersama. Sekarang, tercipta jurang yang dalam antara si kaya dan si miskin “. Hal itu memang ada, bahkan setiap tahun, tapi setiap tahun pula hal itu terkikis secara alami melalui berbagai perlombaan.

Ada sejarah menarik yang menyertai lomba panjat pinang ini. Dalam buku karya Zaenuddin H.M, menceritakan tentang perlombaan panjang pinang, yang mana pinang tersebut sangat tinggi dan dilumuri oli. Dan diatasnya terdapat berbagai hadiah yang menarik untuk diambil. Percaya atau tidak, lomba ini berasal dari penjajahan Belanda. Mereka, para Belanda itu, melakukannya saat acara besar, seperti pernikahan atau hajatan.

Baca juga : Cerpen : Perlombaan cinta part 1

Yang menjadi peserta adalah mereka para warga pribumi. Memperebutkan hadiah-hadiah bahan pokok, seperti beras, roti, gula, serta pakaian. Belanda yang menonton asyik dengan menertawakannnya. Meskipun, lomba ini sarat akan kenangan pahit, namun sekarang memiliki makna yang berbeda. Lomba ini dianggap menjadi simbol untuk mengenang sejarah dan semangat melawan penjajahan. Ada juga pesan moral, seperti kerja sama, kerja keras, dan semangat pantang menyerah didalammnya.


Like it? Share with your friends!

10032
13.2k shares, 10032 points

What's Your Reaction?

hate hate
269040
hate
confused confused
134520
confused
fail fail
33630
fail
fun fun
336300
fun
geeky geeky
302670
geeky
love love
201780
love
lol lol
235410
lol
omg omg
134520
omg
win win
33630
win

Comments

comments