Manfaat Dzikir Bagi Ketenangan Jiwa

3 min


10035
13.5k shares, 10035 points

Halo sobat mimin, semoga sehat selalu ya. Kali ini, kita akan membahas manfaat dzikir untuk ketenangan jiwa. Percaya tidak percaya, dzikir mampu menjadikan pelakunya lebih tenang dalam menghadapi suatu masalah.

Dzikir yang khusyuk mampu membuka jalan pikiran lebih lebar lagi. Mampu memberikan solusi untuk permasalahan yang dihadapi. Dzikrullah (mengingat Allah) merupakan amalan yang sangat agung. Dengannya lah sebab diturunkannya berbagai kenikmatan yang ada didunia.

Dzikir akan menguatkan hati, sekaligus menjadi penyejuk bagi hati manusia. Dzikir seperti keperluan sehari-hari seorang hamba yang wajib dilaksanakan setiap waktu. Allah berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 41 yang berbunyi

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir sebanyak-banyaknya”.

Adanya perintah tersebut, merupakan bukti bahwa seorang hamba teramat butuh dengan yang namanya dzikir. Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya :

“Pemisalan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya bagaikan orang yang hidup dengan orang yang mati” (HR. Bukhari)

Dengan sebab itulah, dzikir memiliki banyak faedah, yang diantaranya adalah :

1. Mengusir setan, mendesak dan menghancurkannya

2. Menguatkan hati, badan, menjadi cahaya bagi hati, dan sebab datangnya rezeki

3. Menumbuhkan cinta dan menyegarkan jiwa pelakunya. Menumbuhkan rasa cinta yang itu merupakan ruh bagi Islam, gerigi bagi agama, poros kebahagiaan dan kesuksesan

4. Menumbuhkan muroqobah (merasa selalu diawasi oleh Allah)

Bukan hanya itu, sikap al inabah (kembali pada Allah) dan kedekatan dengan-Nya akan segera terpupuk atau tumbuh

5. Allah akan mengingat dirinya

Hal ini Allah cantumkan dalam surah Al Baqarah ayat 152, yang artinya :

“Berdzikirlah kalian kepadaku, niscaya (pasti) Aku akan mengingat kalian”

6. Menghidupkan hati

Ulama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah berkata, “Permisalahan dzikir bagi hati adalah bagaikan air dengan ikan, bagaimana jika ikan itu berpisah dengan air? ia tentu akan sekarat dan mati, maka seperti itu pulalah hati (jika tidak berdzikir)”

7. Membersihkan “karat” di dalam hati

Bagaimana bisa hati berkarat ? Ya, hati dapat berkarat dengan sebab al ghaflah (kelalaian) dan al hawa(hawa nafsu). Hal itu dapat diperbaiki dengan dzikir, taubat, dan istighfar.

8. Menghapuskan kesalahan dan dosa

Mengapa bisa demikian ? karena dzikir merupakan kebaikan yang paling agung. Setiap kebaikan akan menghapuskan keburukan dan dosa. Sebagaimana dalam firman Allah dalam surah Hud ayat 114 yang artinya :

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk”

9. Sebab diturunkannya rahmat dan sakinah (ketenangan) dari Allah

Hal ini termaktum dalam sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam, yang artinya :

“Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah, mereka membaca kitabullah, dan saling mempelajarinya diantara mereka, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, malaikat akan menaungi mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut nama mereka ditengah makhluk yang ada disisi-Nya (HR. Muslim).

10. Sebab tersibukkannya lisan dari kebatilan, ghibah, namimah, serta perkataan dusta dan keji

Dengan dzikir, Allah akan jauhkan daripadanya beratnya dosa akibatnya perkataan. Sebaliknya, apabila tidak adanya hiasan dzikir, maka pelakunya akan dibasahi dengan kebatilan.

11. Tumbuhan surga

Disebutkan dalam hadist, “Barang siapa yang membaca ‘Subhanallahil azhiimi wabihamdih,’ maka ditanam untuknya sebatang pohon kurma di surga” (HR. Tirmidzi).

12. Menjaga diri dari melupakan Allah

Melupakan Allah adalah sebab penderitaan hamba, dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Melupakan Allah akan membuatnya lupa terhadap diri dan kemaslahatan dirinya sendiri.

“Dan janganlah keadaan kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah pun membuatnya lupa kepada dirinya sendiri; itulah orang-orang yang fasik”(Q.S Al Hasyr:19)

Baca juga :

13. Mendekatkan pelakunya kepada Allah

Allah akan senantiasa bersama pelakunya dengan cinta, pembelaan, pertolongan, dan taufik. Hal itu juga tersirat secara nyata dalam surah An Nahl ayat 142 yang artinya :

“Sesungguhnya Allah bersama oran-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”.

14. Obat hati yang keras

Seseorang berkata kepada Hasan Al Bashri,”Wahai Abu Sa’id, aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Beliau menjawab, “Lembutkanlah ia dengan dzikir,” Berkata pula Mak-hul, “Mengingat Allah merupakan obat sementara mengingat manusia adalah penyakit”.

15. Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk pelakunya

Hal ini Allah abadikan dalam surah Al Ahzab ayat 41 sampai dengan 43, yang artinya :

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohon ampunan untukmu), supaya dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”

16. Dibanggakan oleh Allah dihadapan para malaikat

Dalam sebuah hadist dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada sebagian sahaabat yang tengah berdzikir, “Apa yang membuat kalian duduk disini?”. Mereka menjawab, “Kami duduk untuk mengingat Allah Ta’ala dan memuji-Nya atas petunjuk yang Allah berikan kepada kami sehingga kami bisa memeluk islam dan nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kami.”Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun mengatakan, “Demi Allah, apakah kalian tidak ada alasan lagi bagi kalian yang membuat kalian duduk di sini?” Mereka menjawab, “Demi Allah, tidak ada niat kami selain itu.” Beliau pun bersabda, “Adapun aku, sesungguhnya aku sama sekali tidak memiliki persangkaan buruk kepada kalian dengan pertanyaanku. Akan tetapi, Jibril datang kepadaku kemudian mengabarkan kepadaku bahwa Allah Azza wa Jalla membanggakan kalian di hadapan para malaikat”.(HR. Muslim)

17. Salah satu tujuan pensyariatan amal-amal ibadah

Sahabat nabi pernah ditanya akan suatu hal, nama sahabat itu adalah Ibnu Abbas, ia ditanya”Amal apa yang paling agung?” Beliau menjawab, “Berdzikir kepada Allah, itulah yang terbesar”.

18. Dapat mengganti sebagian keutamaan ibadah lain

Suatu ketika para sahabat yang fakir dari kalangan Muhajirin mengadukan kondisi mereka yang kesulitan dalam menandingi ibadah orang-orang kaya seperti haji, umrah, dan jihad. Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang karena kalian bisa menyusul orang-orang yang mendahului kebaikan kalian, dan kalian bisa mendahului orang-orang sesudah kalian, dan tak seorangpun lebih utama dari kalian selain yang berbuat seperti yang kalian lakukan?”Mereka menjawab, “Baiklah wahai Rasullulah?”Beliau bersabda, “Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid setiap habis shalat sebanyak 33 kali.” (HR. Muslim)

19. Membebaskan diri dari kemunafikan

“Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) berdzikir mengingat Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An Nissa : 142)

20. Lebih utama daripada do’a

Mengapa demikian ? karena dzikir merupakan pujian bagi Allah, sedangkan do’a adalah permintaan. Ibnu katsir pun pernah berkata, “Allah memberi karunia-Nya kepada ahli dzikir, lebih banyak dari yang ia beri kepada ahli do’a”.

Demikianlah manfaat daripada dzikir. Tapi, bila diteliti lebih dalam lagi, tentunya pasti akan melebihi 20 manfaat yang telah dijabarkan diatas. Semoga bermanfaat ;D


Like it? Share with your friends!

10035
13.5k shares, 10035 points

What's Your Reaction?

hate hate
168150
hate
confused confused
33630
confused
fail fail
269040
fail
fun fun
235410
fun
geeky geeky
201780
geeky
love love
100890
love
lol lol
134520
lol
omg omg
33630
omg
win win
269040
win

Comments

comments