MU..Tim Sepak Bola Yang Cuma Bisa Banggain Sejarah | Zona Baper ID

MU..Tim Sepak Bola Yang Cuma Bisa Banggain Sejarah

5 min


10050
15k shares, 10050 points

Halo sobat mimin, semoga sehat selalu ya. Kali ini akan memberikan analisa mimin terhadap perkembangan sepak bola. Terutama sepak bola luar negri, yang memang lebih di gemari ketimbang lokal. Pembahasan kali ini, mungkin akan menyakiti basis fans club terbesar di negri ini. Juga fans-fans yang berumur tua. Mimin minta maaf, kalau ini menyinggung. Sebenarnya sih, mimin ingin memang niat nyinggung, karena ya, klub bola kesayangan mimin dulu terkenal banget dengan andalannya bertahan dari bully, “ungkit-ungkit sejarah”. Dulu fans yang sering ungkit sejarah apabila kalah itu, fans Liverpool, Kopites. Dulu ya, sekarang lihat, mereka berhasil meraih gelar bergensi liga champions 2019. Tidak hanya itu, gelar super eropa pun berhasil direngkuh.

Status tim yang suka ngungkit-ngungkit sejarah pun, mulai berganti. Sekarang, ada 2 tim besar yang hanya bisa membanggakan masa lalunya. MU dan Ac. Milan. Sebenarnya masih banyak lagi tim tim dengan sikap fansnya yang suka mengungkit masa lalu. Ya elah, masa lalu itu biarkan berlalu, jadikan itu pengalaman agar kedepannya lebih baik, bukan untuk terus dibanggakan selalu.

Mari kita mulai studi kasus kita dengan tim paling 2 tahun belakangan, MU. Manchester United adalah klub yang sarat akan gelar bergensi, dan hampir tiap tahun memenangi Liga Inggris. Namun, semua itu berubah ketika Sir Alex pergi. Otak dari keberhasilan MU selama 26,5 tahun, pergi meninggalkan MU dan menunjuk David Moyes sebagai pengganti. Banyak yang beranggapan, masa-masa sulit MU dimulai saat mereka kehilangan mega bintang, Cristiano Ronaldo. Tidak salah juga, karena butuh waktu bertahun-tahun untuk menggantikannya. Tapi, di lihat dari performa setelah di tinggal Ronaldo, MU masih baik baik saja. Buktinya mereka masih mampu menjadi finalis liga champions 2011 dan menjadi kampiun liga inggris untuk yang 20 kali. Bintang-bintang mereka saat itu adalah Rooney dan The Flying Dutchman, RVP.

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Julukan The Chosen One yang disematkan pada Moyes, tak mampu mengangkat performa tim. Terbukti, hanya sembilan masa kepelatihan, Moyes di berhentikan secara tidak hormat. Karir mengkilapnya bersama Everton, tak berbekas apapun dalam masanya di MU. MU saat itu juga gagal tampil di Liga champions untuk musim berikutnya. Ini adalah rekor pertama kali MU absen dalam kurun 25 tahun terakhir. Satu-satunya kebanggaan adalah berhasilnya MU meraih gelar FA Community Shield. Tapi itu tidak cukup bagi manajemen MU.

Peracik formasi berkebangsaan Skotlandia itu sempat mencurahkan kekecawaannya pada manajemen Setan Merah di media. Karena ia berpikir, ia diberi banyak waktu untuk membangun ulang Setan Merah (julukan MU) selepas Sir Alex.

Jika anda tidak mendapat banyak waktu, sulit sekali untuk bekerja. Mengambil alih pekerjaan Sir Alex tidak pernah mudah. Saya pikir semua orang menyadari kalau pekerjaan saya adalah membangun tim dari awal”. sumber liputan6

Apapun alasannya, Moyes memang gagal pada MU. Memberinya jangka waktu panjang ?, mimin rasa butuh 5 tahun beruntun untuk hancur lebur sebelum bisa meroket kembali. Setelahnya, pundak kepelatihan sempat berpindah pada tangan dingin Ryan Giggs. Jebolan Class 92, yang amat sangat disegani.  Ia menggantikan Moyes untuk sisa musim 2013/2014.  MU tampil sangat sangat buruk pada musim itu. The Red Devils harus puas nangkring di posisi tujuh dengan 64 poin, atau beda 22 poin dari City yang saat itu juara liga. Tercatat, MU harus rela kalah 12 pertandingan. Meskipun Giggs memberikan harapan dengan persembahan tujuh poin dari empat pertandingan, tapi manajemen tetap menginginkan manajer baru.

Baca juga : Sinposis person world health organization give happiness

Tahun 2014, tahun Piala Dunia berlangsung, dimana para pemain dan pelatih untuk kebolehan. Satu nama yang cukup mencolok saat itu adalah pelatih Belanda, Louis Van Gaal. Laga pertama di babak grup, mereka berhasil mengalahkan dan sekaligus balas dendam pada Spanyol, dengan skor telak 5-1. Perjalanan tim kincir angin, berjalan mulus hingga ke semifinal. Sayang, langkahnya terhenti oleh runner up piala dunia saat itu, Argentina. Sebagai gantinya, ia berhasil membawa Belanda juara ketiga.

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Prestasi gemilang itulah yang membuat kepincut manajemen Setan Merah. Para fans seperti menemukan secercah cahaya dalam kegelapan sepeninggalan Sir Alex.  Optimisme yang semula menggunung, tiba-tiba hilang begitu saja di tengah jalan. Musim pertama, Van Gaal memang tidak mengecewakan, setidaknya itulah gambaran umum fans United. Ia berhasil kembali membawa MU pada habitat aslinya, yakni Liga Champions. Sayang, di musim kedua, perjalanan kembali tidak mulus. MU hanya berhasil tampil di liga Europa setelah finish di peringkat lima. Pelatih yang sukses membawa Muenchen sebagai kampiun Bundesliga itu, hanya bertahan dua musim saja.

Van Gaal pergi, The Special One datang. Ya, Jose Mario do Santos Mourinho Felix, atau akrab disapa Jose Mourinho. Sama seperti The Chosen One, Mou berhasil membawa pulang trofi Community Shield setelah menang 2-1 atas Leicester. Namun, sejarah yang berbicara tentang siapa saja tim yang juara community shield tidak akan juara Liga, kembali terbukti. Awalnya perjalanan MU mulus diawal, namun sendat diakhir.

Mereka berhasil membawa pulang anak hilang, Paul Pogba, sekaligus menjadikannya pemain termahal dunia saat itu. Mereka juga kedatangan Ibracadabra.

Sayang, ada satu ejekkan yang melekat takkala MU dilatuh Mou, yakni peringkat 6. Apapun hasilnya, baik menang, seri, ataupun kalah, peringkatnya adalah 6. Tapi, MU mendapat pelipur lara dengan gelar Piala Liga Inggris 2016-17. Mereka menang tipis atas Southampton 3-2 di final.

Tak hanya itu, Mou juga berhasil membawa MU juara liga Europa untuk pertama kali. Di laga final, mereka menang 2-0 melawan Ajax Amsterdam. Di musim kedua, tuntunan semakin bertambah. Mou diharuskan juara liga dan liga champions. Tapi, pada akhirnya, MU berada peringkat dua dengan 81 poin, terpaut 19 angka dari City. Di kompetisi Eropa, MU tersingkir dari 16 besar usai kalah agregat 2-1 lawan Sevilla. MU pun memecat Mou, dan bisa dibilang wajar, karena biaya 6,59 triliun rupiah telah dikeluarkan untuk belanja Mou.

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Kursi kepelatihan kemudian pindah ketangan mantan legenda MU sendiri, Ole Gunnar Solskjaer. Awal-awal sih bagus ya. Mereka sempat membuat rekor tanpa kekalahan 11 laga di Liga, dan hanya kalah sekali dari 13 pertandingan. Namun, semua itu berubah, setelah mereka kalah melawan Barcelona di Liga Champions. Dan kembali, MU kembali, kembali ke peringkat dimana mereka seharusnya berada, yakni 6 ;D, di akhir musim. Mereka meraih 19 kemenangan, 9 seri, dan 10 kekalahan.

Di musim ini, tepat 2019-20, MU menjual beberapa bintangnya seperti pemain piano mereka, Alexiz Sanchez ke Inter, bersamaan dengan Romelu Lukaku. Hasilnya, mereka seperti hanya punya Rashford. Pemain yang digadang-gadang bakal jadi The Next Ronaldo. Tapi apa ?. Memang sih di laga pertama, bantai Chelsea, namun kondisi tim tak bisa dibohongi. MU telah menderita 3 kekalahan, 3 seri, dengan hanya meraih 2 kemenangan. Peringkat mereka pun hanya berjarak 2 poin dari posisi degradasi. Kabarnya, pelatih muda asal Jerman, Julian Nagelsmann, bakal mengganti Ole.

Yaps, kita tunggu kabar berikutnya. Sebelumnya, lihat dulu meme-meme dibawah ini

MU


Like it? Share with your friends!

10050
15k shares, 10050 points

What's Your Reaction?

hate hate
168150
hate
confused confused
33630
confused
fail fail
269040
fail
fun fun
235410
fun
geeky geeky
201780
geeky
love love
100890
love
lol lol
134520
lol
omg omg
33630
omg
win win
269040
win

Comments

comments